Welcome to Felicnotes - Revive from Lupus

Welcome to Felicnotes - Revive from Lupus

Sunday, May 20, 2012

MUJIZAT TUHAN NYATA!


MUJIZAT TUHAN NYATA! 

(Mazmur / Psalm 118:17-18)
Aku tidak akan mati, tetapi hidup dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan. Tuhan telah menghajar aku dengan keras tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.
(And so my life is safe and I will live to tell what the Lord has done. He punished me terribly, but He did not let death lay its hands on me.)


Nama saya Jeane. Ini kesaksian saya bagaimana Tuhan memproses saya dan akhirnya saya bisa bertahan hidup dari penyakit lupus eritematosus. Apa yang saya tulis disini tidak saya maksudkan untuk menyinggung unsur suku, agama, ras, dan lain-lain. Sama sekali tidak ada unsur SARA dalam tulisan ini. Saya hanya ingin membayar nazar saya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang sama dulu, sekarang dan selama-lamanya untuk menceritakan anugerah kasihNya kepada saya.


Seperti ada tertulis dalam Mazmur 103:8-18 Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita dan tidak dibalasNya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. Tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setiaNya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkannya daripada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang, demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia dan keadilanNya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjianNya dan yang ingat untuk melakukan titahNya.



Sungguh saya merasakan kasih setia Tuhan Yesus Kristus yang panjang sabar kepada saya.

Tuhan  'menegur' saya lewat sebuah kecelakaan motor pada bulan Maret 2010 yang mengakibatkan lutut kiri saya terluka cukup parah. Sejak kejadian kecelakaan itu, saya mengalami kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari. Saya terpaksa mengurangi aktifitas yang cukup berat seperti fitness yang sebelumnya hampir tiap hari saya lakukan karena lutut kiri saya rasanya sakit setiap kali saya fitness. Saya juga tidak bisa berlutut dan tidak dapat melipat kaki dalam waktu lama. Namun seperti yang tertulis dalam Mazmur 124 : 8 Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Setelah kecelakaan tersebut terjadi, saya tidak dapat melakukan banyak hal untuk memulihkan kondisi kaki saya sebab saya juga sedang mengalami krisis keuangan yang sangat parah. Namun pada awal tahun 2012, kondisi kaki saya mulai berangsur-angsur pulih setelah saya mulai melakukan DIP (Doa Pagi) setiap hari di pagi hari sekitar pukul 3 atau 4 pagi hingga pukul 5 pagi.


hasil test lupus
Kemudian pada awal bulan desember 2011, saya mulai merasakan gejala penyakit lupus eritrematosus. Awalnya saya mengandalkan diri sendiri dan tidak menaruh pengharapanku kepada Tuhan seperti yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 24 :15a yang berbunyi : Aku menaruh pengharapan kepada Allah.

Selama tiga bulan pertama di awal tahun 2012 ini menjadi hari-hari yang sangat menyakitkan bagi saya. Seperti yang tertulis : Ia telah mematahkan kekuatanku di jalan dan memperpendek umurku (Mazmur 102:24). Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian. Hatiku terpukul dan layu seperti rumput, sehingga aku lupa makan rotiku. Oleh sebab keluhanku yang nyaring, aku tinggal tulang belulang. aku sudah menyerupai burung ponggok pada reruntuhan. Aku tidak bisa tidur dan sudah menjadi seperti burung terpencil di atas sotoh. (Mazmur 102:4-8). Dalam terjemahan versi Bahasa English : My days disappear like smoke, and my bones are burning as though in a furnace. I am wasting away like grass, and my appetite is gone. My groaning never stops and my bones can be seen through my skin. I am like a lonely owl in the desert or a restless sparrow alone on a roof. Apa yang tertulis dalam firman-Nya ini persis seperti yang saya rasakan mulai bulan Desember 2012 sampai dengan awal April 2012. Seluruh badanku kaku, semua persendianku sakit, lemah/tidak bertenaga, dan tulang-tulangku sakit terutama di bagian punggung dan kaki. Dadaku sering sakit tiba-tiba dan sesak napas, nafsu makan tidak ada dan berat badanku turun sampai 49 kg sehingga saya terlihat sangat kurus namun terkadang tiba-tiba berat badanku bertambah sampai 56 atau 57kg sehingga saya terlihat gemuk. Setiap malam saya tidak bisa tertidur dengan lelap walaupun rasanya tubuhku ini sangat kelelahan. Saat berat badanku yang tiba-tiba bertambah inilah adalah saat yang sangat menyakitkan. Bukan hanya itu saja, dalam pencarian solusi penyakitku ini, saya sudah menghabiskan banyak uang melakukan bermacam-macam test darah, urine, ronsen, dan test jantung secara berulang-ulang. Anda bisa baca kisah penyakit Lupus yang saya alami lebih lanjut pada pages Lupus Erithematosus.

Satu hal yang luar biasanya daripada Tuhan kita, seperti yang tertulis dalam kitab Mazmur 118:14; Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatankuDalam keadaan tubuh yang membengkak dan nyeri sendi dan tulang diseluruh tubuhku, saya beroleh kekuatan untuk berjalan menaiki tangga gereja setiap hari minggu dan mengikuti doa pengurapan di setiap bulannya di gereja kecuali bulan April ini, sedangkan biasanya di rumah untuk bangun dari tempat tidur untuk pipis saja susahnya minta ampun.    

Pada tanggal 23 April 2012, akhirnya saya tahu jika saya terkena penyakit yang bernama lupus eritematosus dan harus dirawat di rumah sakit karena kondisiku sudah cukup parah. Saya menangis di sepanjang perjalanan saya pulang ke rumah dan tidak bisa menerima penyakit ini ada dalam tubuhku. Keesokannya saya mulai dirawat di rs akademis selama 5 hari oleh Dr. David Kurnia. Beliau bahkan memberi saya 'free charge' waktu konsul di rs. akademis tanggal 23 April 2012. Selama perawatan di rumah sakit, setiap malam saya memohon belas kasihan kepadaNya dan membaca firmanNya siang dan malam, mengharapkan agar Allah menyendengkan telingaNya kepadaku dan mendengarkan seruanku dan permohonanku.

Ketika saya keluar dari rumah sakit pada tanggal 29 April 2012, kondisi saya mulai membaik, namun cairan dalam tubuh saya masih ada. Berat badan saya saat itu masih 57kg bahkan pada tanggal 01 Mei 2012 naik sampai 58kg. Namun ketika saya melakukan medical test lagi, hasilnya lebih buruk dari yang pertama. Setelah itu saya diperhadapkan dengan masalah baru sehingga saya menjadi stress berat. Sedangkan 
salah satu pantangan penyakit lupus ini adalah tidak boleh stress dan depresi tetapi pada hari itu, sungguh sakit yang luar biasa saya rasanya akibat stress dan depresi. Saya hanya dapat terbaring di tempat tidur dengan sedikit tenaga yang tersisa dan napas yang tersengal-sengal. Saat itu saya hanya berharap agar bisa diberikan sedikit waktu hingga umurku mencapai 32 tahun di bulan Juni ini jika memang waktuku sudah selesai di bumi ini. Saya bahkan menelpon seseorang untuk membuat saya tertawa dengan bernyanyi 'balonku ada lima' namun yang ada saya hanya semakin sedih karena merasa waktuku tinggal sedikit. Di sepanjang hari saya hanya menyebutkan satu kata "YESUS". Hanya nama-Nya yang terus saya katakan sambil terbaring menahan sakit sampai akhirnya saya tertidur kelelahan karena menangis. Sekitar pukul 4 sore, tiba-tiba saya mendengar suara yang berbisik di telinga saya tapi saya tidak tahu dalam bahasa apa dan tidak mengerti artinya. Saya hanya mendengar satu kata itu dan seketika itu juga entah kekuatan darimana saya bisa bangun dari tempat tidur. Seperti ada energi baru yang mengalir dalam tubuh saya. 

Dalam firman-Nya tertulis :  Tuhan telah menghajar aku dengan keras tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut. (Mazmur 118:18).
Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aka akan berseru kepada-Nya. Tali-tali maut telah meneliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan. Tetapi aku menyerukan nama Tuhan : Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!" TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang. Tuhan memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku. Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu. Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung. Aku boleh berjalan di hadapan Tuhan, di negeri orang-orang hidup. (Mazmur 116:1-9)

Ya Tuhan, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku! Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan, akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya, di pelataran rumah Tuhan, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem! Haleluya! (Mazmur 16-19)
Aku tidak akan mati, tetapi hidup dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan. (Mazmur 118:17). 

Ini menjadi kesaksian saya bahwa Mujihat itu Nyata dan Ia tidak menyerahkan ku kepada maut dan aku bisa berjalan di hadapan Tuhan di negeri orang-orang hidup. Melalui penyakit lupus ini saya diajarkan untuk selalu mengucap syukur senantiasa kepada Allah Bapa-Putera-Roh Kudus seperti yang tertulis : Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya. (Mazmur 118:28-29).